Wah, buku ini awalnya saya baca karena lebih dikarenakan faktor pengarangnya, yaitu seorang Thoha Faz. Beliau sering saya dengar dari cerita guru SMA saya tentang seorang yang memiliki cara dan gaya yang unik dalam menjalani proses belajar. Siswa yang unik ini diceritakan memiliki kecerdasan tinggi tetapi hampir tidak pernah masuk sekolah alias terlalu sering absen. Dalam dugaan saya, alumni ITB kelahiran Tegal ini memang seorang jenius yang tak lagi cocok dengan model pembelajaran di sekolah formal. Ternyata, dugaan ini menjadi terbukti setelah (more…)
March 9, 2009
Paradigma Titik Ba’ : Apa lagi ini ?
February 25, 2009
Fiqh Sosial Kiai Sahal Mahfudh : Antara Konsep dan Implementasi
Bagi Kiai Sahal, fiqh bukanlah konsep dogmatis-normatif, tapi konsep aktif-progresif. Fiqh harus bersenyawa langsung dengan sikap, perilaku, kondisi, dan sepak terjang orang2 muslim dalam semua aspek kehidupan, baik ibadah maupun muamalah (interaksi sosial ekonomi). Konsep dan implementasinya di lapangan dalam bidang ekonomi misalnya, telah membawa kemajuan setahap demi setahap.
Fiqh sosial Kiai Sahal dalam konseptualnya selalu mengacu pada lima prinsip pokok: Pertama, interpretasi teks-teks fiqh secara kontekstual. Kedua, perubahan pola bermadzhab dari qauli (tekstual) ke manhaji (metodologis). Ketiga, verifikasi mendasar mana ajaran yang pokok (ushul) dan yang cabang (furu’). Keempat, fiqh dihadirkan sebagai etika sosial, bukan hukum positif negara. Kelima, pengenalan metodologi pemikiran filosofis, terutama dalam masalah sosial dan budaya. (more…)
February 24, 2009
Bidayah al-Mujtahid : Fiqh and its Dalil
Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, sebuah kitab fiqh spektakuler dari seorang ulama multidisipliner ilmu. Beliaulah seorang Ibn Rusyd, seorang qadhi di masa kejayaan Andalusia yang memiliki keahlian ilmu yang komplit. Beliau adalah seorang ahli fiqh, filosof, kalam, kedokteran, dan lainnya. Banyak sekali karangan beliau yang saat ini masih dijadikan rujukan, bahkan sebagai rujukan primer. Salah satunya adalah karangan beliau dalam fiqh ini, yaitu Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtashid, atau sering disingkat dengan bidayatul mujtahid.
Buku ini mengungkapkan dalil-dalil rinci mengenai berbagai permasalahan fiqh berikut sikap berbagai ulama yang berbeda-beda terhadap dalil tersebut. Beliau mengungkapkan dalil satu masalah kemudian menunjukkan bagaimana ulama malikiyah, hanafiyah, hanabilah, dan syafi’iyyah memahami dalil tersebut sehingga menelorkan hukum yang bisa jadi berbeda satu sama lain.
Ya, buku ini adalah buku tentang perbandingan madzhab. Bagaimana terjadinya perbedaan pemahaman fiqh antar madzhab bisa digambarkan di sini. Hebatnya, Ibn Rusyd sendiri tidak menyatakan keberpihakan secara nyata walaupun beliau dikenal sebagai pengikut malikiyah, madzhab yang saat itu berkembang di tanah Andalusia. (more…)



