Dari seorang faqir.. Untuk dibaca.. Kulepas makna-makna setelah mengikatnya.. What will we get from this signs.. Something good for our life or bad ? Jika anda bertanya siapa si faqir ini, dan jika menganggap bahwa nama itu penting dan punya arti sebagaimana apa yang kupahami, maka tiada salahnya jika kukenalkan diri faqir ini. Sebut saja diri ini dengan nama ANTONO. Diri ini bukan seorang gitaris terkenal asal Indonesia, Ian Antono, ataupun aktor tenar luar Indonesia, Antonio Banderas, ataupun Anthony Hopkins. Diri ini hanya seorang “wong ndeso cedhak kuto”, lahir di Tegal lalu tinggal di Jogjakarta.
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih dan puji syukur ke hadirat Ilahi yang telah mengaruniakan nikmat-Nya yang begitu besar kepada makhluknya. Tiada satu pun makhluk yang tak membutuhkannya, semuanya faqir kepada-Nya tetapi ia sama sekali takkan menjadi faqir kepada selain-Nya.
Kemudian, semoga salawat salam selalu terlimpahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAAW (Shallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam) beserta keluarga, sahabat, serta orang-orang yang beriman. Amiin..
Menulis adalah sebuah pekerjaan yang berat bagi diri faqir ini. Namun, apa artinya hidup jika maunya yang enak-enak saja. Setidaknya, dengan salah satu cara ini kita bisa saling berbagi manfaat, semoga saja.
Menulis bukanlah satu hal yang ‘usual’ atau bahkan hobi. Bahkan dari sejak sekolah di TK Masyitoh dan Madrasah Ibtidaiyyah di Kampung Sulang Mejasem, SMP N 11 Kota Tegal, hingga di SMU N 1 Tegal (smunsagal) hal ini merupakan satu hal baik yang terlewatkan. Hasilnya, di samping faktor lain, ke-tidak biasa-an menulis ini menjadi hambatan kuliah pertama diri ini sehingga harus ‘menyelesaikan diri’ sebelum waktu lulus.
Yogyakarta Berhati Nyaman, demikian slogan kota pelajar serta budaya ini. Memang benar, tinggal di Yogyakarta cenderung lurus-lurus saja kecuali banyak dan mudahnya pemikiran yang berkembang di sini, termasuk pemikiran Islam.



